Saturday, December 29, 2012

Prediksi Iklim Politik di Tahun 2013

Menjelang tahun baru 2013 banyak pengamat dan pakar memprediksikan hal-hal apa saja yang akan terjadi di tahun baru tersebut. Misalnya, beberapa pakar fashion sudah memprediksi fashion-fashion apa saja yang bakal digandrungi oleh anak muda di tahun 2013, atau kacamata jenis atau merk apa saja yang akan booming di tahun 2013. Tidak hanya itu, pengamat gadget pun sudah mengeluarkan prediksinya tentang smart phone apa saja yang akan bersaing merebutkan hati penikmatnya di tahun 2013 nanti. Atas dasar itulah saya pun mencoba untuk membuat prediksi serupa, tentu didasarkan pada kapasitas dan kapabilitas saya sebagai pengamat politik nasional. 

Maka dalam tulisan ini saya akan mencoba untuk menggambarkan dan memperkirakan tentang kondisi yang akan terjadi di ranah perpolitikan nasional tahun 2013. 

http://www.yaskum.info
Pertama, Partai-partai yang lolos verifikasi pemilu akan menkonsolidasikan anggota-anggotanya dan merapatkan barisan-barisannya untuk menyiapkan diri dalam pemilihan anggota legislatif 2014-2019. Setelah partai-partai tersebut memenuhi parliamentary threshold maka selanjutnya partai-partai yang lolos parliamentary threshold tersebut akan mencari strategi atau partner dalam pemilihan presiden 2014-2019. 

luwuraya.net
Kedua, Akan muncul kegaduhan politik; Banyak pimpinan dan kader partai yang menjadi ‘kutu loncat’. Hal tersebut didasarkan bahwa pimpinan dan kader partai tersebut melihat bahwa partai yang menaunginya saat ini dianggap tidak memiliki prospek yang jelas kedepannya serta tingkat elektabilitas dan kepercayaan publik terhadap partai tersebut sangatlah rendah. Maka tidak heran jika pada tahun 2013 banyak kader dan pimpinan partai yang pindah ‘kendaraan politik’ ke partai lain. Saya memprediksikannya bahwa kondisi tersebut akan dialami oleh Partai Demokrat. Kegaduhan Politik pun juga disebabkan oleh adanya perebutan dalam internal partai, dimana terdapat perbedaan pendapat tentang siapa saja yang berhak maju sebagai calon presiden RI. Contohnya; di dalam tubuh Partai Golkar sendiri sebenarnnya banyak friksi antara kubu yang Pro ARB (Abdul Rizal Bakrie) sebagai calon presiden dan kubu Kontra yang tidak setuju ARB sebagai calon presiden. Kubu pendukung berargumen bahwa ARB sah sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar karena beliau telah mengikuti mekanisme yang ada dalam tubuh Partai Golkar. Sedangkan kubu Kontra berargumen bahwa ABR tidak layak jadi Calon Presiden dari Partai Golkar karena tingkat elektabilitasnya sangat rendah, bahkan tidak mampu menyaingi tingkat elektabilitas Mantan Ketua Umum Partai Golkar – Jusuf Kalla. Beberapa minggu yang lalu Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar mengultimatum pada ARB untuk meningkatkan tingkat elektabilitasnya sampai pertengahan 2013. Ultimatum tersebut ditanggapi oleh pendukung ARB bahwa Dewan Pertimbangan tidak memiliki hak untuk menentukan siapa saja yang berhak untuk maju dalam Pilpres 2014-2019. Saya prediksikan bahwa friksi tersebut akan semakin meruncing ketika memasuki pertengahan 2013. 

Ketiga, Partai yang berlandaskan ideologi Islam seperti Partai Keadilan Sejahteran, Partai Persatuan Pembangungan, Partai Amanah Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa akan berusaha menarik simpati dari masyarakat. Hal tersebut disebabkan bahwa Hasil Lembaga Survei Nasional mengatakan bahwa tingkat elektabilitas “Partai Islam” dan “Tokoh Islam” selama bulan juni 2012 tingkat elektabilitasnya di bawah 5%. Hal tersebut menurut saya didasarkan pada era Globalisasi masyarakat cenderung berpikir rasional dan logis, masyarakat tidak lagi melihat “Partai Islam” sebagai kelompok yang mewakili otoritas Tuhan di Bumi ini. Hal tersebut juga didasarkan tidak sedikit kader-kader “Partai Islam” terlibat dalam berbagai skandal. Seperti kasus korupsi maupun skandal sek. Hal tersebut secara bertahap menurunkan tingkat kepercayaan dan elektabilitas publik terhadap “Partai Islam”. Katakanlah begini, walaupun gagal meningkatkan tingkat elektabilitasnya. “Partai Islam” akan tetap bertahan karena masih memiliki basis yang setia terhadapnya. 

Keempat, akan banyak bermunculan dagelan-dagelan politik. Jika pada awal desember 2012 muncul dagelan politik dimana Rhoma Irama bermaksud mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2014-2019, maka pada tahun 2013 dagelan-dagelan seperti akan semakin banyak bermunculan. Hal tersebut didasarkan kondisi negeri ini semakin semerawut, orang-orang meyakini bahwa kondisi tersebut hanya bisa diselesaikan “jika aku menjadi presiden”. Maka tidak heran jika muncul dagelan-degalan di tahun 2013. 

Mengutip pernyataan Ludi Latif, “Kalau Pemimpin tidak datang dengan visi ketika publik mengharapkan, yang datang bukan satria piningit, tapi satria bergitar”. 

Apakah prediksi saya benar atau tidak ? kita lihat saja nanti. 



29 Des 2012 
Arief Rosadi 
Salam Peace Shalom

The Soft Text

Salam Peace Shalom 

Salam sejahtera bagi kita semua, semoga damai selalu mengelilingi diri kita 

Hallo teman-teman pembaca. 

Pada artikel sebelumnya yang berjudul 20.12.2012 saya berjanji akan membuat tulisan tentang orang-orang yang mempengaruhi kehidupan saya ketika kuliah. Maka, pada kesempatan ini saya akan bercerita tentang pengalaman dan kesan saya terhadap The Soft Text

Cerita bermulai pada pertengahan tahun 2011. 

Foto: Diambil dari FB ibu Nita
Pada saat itu, kami anak-anak HI angkatan 2007 sedang ramai-ramainya mengajukan judul skripsi kepada tim pengajuan judul. Satu demi satu dari kami lolos seleksi. Mereka yang telah melewati tahap ini akan mendapatkan dosen pembimbing dan siap untuk memulai pengerjaan skripsi. Awalnya, saya pikir proses pengerjaan skripsi merupakan kondisi dimana seorang mahasiswa akan berjuang sendiri dan tak ada yang menemani dalam menyelesaikan skripsi tersebut. 

Foto: Diambil dari foto Seny

Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Memang ada beberapa orang yang mengalami hal naas seperti itu, sejak pengajuan judul dia sendiri, masa bimbingan dia sendiri, waktu UP (Usulan Penelitian) dia sendiri, waktu ujian Sidang dia sendiri, bahkan waktu wisuda pun dia juga sendiri.  Percaya atau tidak itu ada loh. Tapi ada juga beberapa orang mungkin bisa dikatakan ‘beruntung’, waktu pengajuan dan pengerjaan judul memang dilakukan sendiri, tp waktu memasuki masa bimbingan ada juga yang mendapatkan rekan-rekan sejawat yang selalu men-support dirinya baik dan sekitarnya baik secara moril ataupun materil selama pengerjaan proses skripsi. ‘Keberuntungan’ itu menghampiri saya, dimana saya secara tidak sengaja tergabung dalam sebuah entitas kelompok bernama The Soft Text (untuk memudahkan penulisan selanjutkan akan disingkat ST. 

Foto: Diambil dari FB Febe
ST sendiri merujuk kepada sebuah entitas kelompok anak-anak HI 2007 yang tergabung dalam pengawasan pembimbing yang sama, ibu Junita Budi Rahman. Mungkin pembaca bingung kenapa nama-nya ST, bukan The Korek, The Sorek, atau apalah itu namanya (silahkan tambahkan sendiri- :D). Sebenarnnya pemilihan nama itu juga didasarkan pada kesamaan yang melekat pada diri skripsi tiap-tiap dari kita. Singkat kata setelah berdiskusi panjang lebar, rapat berbulan-bulan dan mengadakan sebuah lokakarya maka munculah dua konsep yang mampu mengakomodir kepentingan kita Soft Power (lihat Joseph Nye Jr., 2004) dan Text (tanda-tanda yang tersusun secara sistematis, -penulis). Kedua konsep tersebut digabung, maka lahirlah The Soft Text. Huraayy.. 

Adanya penamaan dari kelompok ini bukan berarti kami ingin membuat genk-gonk seperti anak-anak SMA yang ababil serta mengekslusifkan diri. Namun, adanya penamaan tersebut mengikuti tradisi-tradisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya anak-anak 2006 namanya Koteka. Penamaan tersebut juga sebenarnnya memiliki manfaat praktis, misalnya untuk memanggil anak-anak 2007 untuk bimbingan agak ribet kalau harus memanggil namanya satu per satu. Maka saya kira penamaan disini juga perlu, ada manfaatnya. 

Iffa, Seny dan Riki
Foto: Diambil dari FB ibu Nita
Banyak kejadian, pengalaman, serta nilai luhur yang saya dapatkan dari anak-anak ST. Tawa dan nangis telah kita berbagi bersama. Kadang saya juga suka berpikir kalau ST-lah yang paling unik jika dibandingkan dengan teman-teman HI 2007 lainnya. Bayangkan saja, untuk kita pernah berencana untuk membuat video yang didasarkan pada iklan Fruitaman, namun karena satu, dua, tiga dan sekian hal maka rencana itu sampai sekarang belum terlaksana. Tidak hanya itu, untuk mengapreasi teman-teman ST yang sudah lulus, kita semua memiliki ide untuk membuat sertifikat sebagai bentuk apreasi kepada teman-teman ST yang telah menyelesaikan masa bimbingannya di Soft Text Academy. Alhamdulillah, rencana ini terlaksana.

Anak-anaknya juga kocak dan asik; ifa dan meo yang suka bercanda, mereka seperti adik-kaka, kalau mereka bercanda pasti bikin ketawa kadang sampai guling-guling. Riki yang selalu memberikan petuah tentang semiotika serta teori, kadang juga membicara tentang prospek hidup kedepannya mau bagaimana dan seperti apa, serta membicarakan tentang pendamping hidup yang seperti bagaimana. Ntah kenapa saya memiliki keyakinan bahwa suatu waktu Riki akan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bima yang selalu asik untuk diajak ngobrol tentang politik, konspirasi, game, The Big Bang Theory serta PERSIB, Bima merupakan salah satu pendiri dari Q-Control. Seni yang selalu menjadi teman diskusi untuk bagian metodologi dan keilmuan yang ditinjau secara filsafati. Serta Febe yang masukannya sangat bermanfaat bagi saya dalam milih teori dan pendekatan. Paling asik ngobrol sama Febe itu kalau sudah membicarakan masa depan, apa yang akan kita lakukan di masa depan, bagaimana mewujudkannya, khususnya untuk Indonesia, pokoknya visioner-lah. 

Disini kita tidak berdiri sendiri, walaupun ketika pengerjaan skripsi kita mengerjakannya sendiri-sendiri. Dari mereka saya belajar tentang kegigihan, perjuangan, ketahanan, simpati, empati, persaudaraan dan kesetaraan. 

Saya sudah paparkan kesan-kesan saya bersama anak-anak ST secara umum. Tentu tak adil jika saya tidak memberikan testimoni tentang mereka khususnya satu per satu. 

*//--||--\\ *

Bima Prawira Utama 
Bima
Foto: Diambil dari propic FB Bima
Bima panggilannya. Pertama kali kenal sama bima itu waktu ikut kegiatan Ospek Fakultas, POSMO FISIP 2007. Kita sama-sama ditempatkan di kelompok 2 KKN. Di Ospek Jurusan- Globalisation juga kita sama2 dalam kelompok yang sama, - Malaysia. Berteman dengan Bima merupakan suatu anugrah dari yang Maha Kuasa. Dulu waktu awal-awal kuliah saya kan gamer; suka game online, baca komik, manga dan anime. Kadang suka mikir, orang yang punya kegemaran seperti saya pasti dikit banget, dan pasti di kuliah dikit banget orang-orang yang memiliki kegemaran dan hobi seperti saya. Namun, ketika bertemu dengan Bima pandangan itu berubah TOTAL. Pada saat itu saya bilang “Akhirnya, saya punya teman se-hobi juga, I’m not Alone”, kita pun sering berdiskusi bareng tentang Pergangsteran, GTA, Ragnarok Online, One Piece, Samurai X, Detective Conan dll. Bima sendiri merupakan pribadi yang menyenangkan, asik, serta menjungjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Bima sendiri memiliki cita-cita untuk melanjutkan ke strata-2 di Jepang, terakhir kali berbicang dengan Bima dia ingin melanjutkan ke Football Industries atau HI lagi. Saya dan bima suka bermain bersama teman-teman HI lainnya yang memiliki satu visi, misi dan passion yang sama. Bersama Bima saya pun kadang suka melakukan hal-hal yang gila. Memikirkan dan melakukan seusuatu yang diluar kotak; seperti mendirikan Q-Control atau mendirikan Kelompok Wismis (Wisata Mistis). Dari Bima juga saya belajar memasakan Chicken Cordon Bleu dengan tehnik koki yang maha dahsyat. Chicken Corden Bleu sendiri merupakan salah satu makanan favorit saya. Oh, ada yang ketinggalan. Bima merupakan salah satu teman yang kreatif, pada saat ini dia sedang membuat cerita tentang alter future indonesia yang kebanyakan tokoh-tokohnya di perankan oleh anak-anak HI 2007, ingin baca cerita-nya ? Tunggu saja terbitannya yah. Terima kasih bima telah mengajariku memasak. Doaku adalah semangat untuk sekolahnya, jaya bima. 

Febe Amelia Haryanto 
Febe
Foto: Diambil dari album FB Febe
Mirip sama bima, kenal Febe waktu di Ospek Jurusan. Kita pun sekelompok di Posmo, otomatis Febe pun sekelompok sama bima. Namun bedanya, interaksi kita tidak sampai ke ospek jurusan. Kita pun berpisah. Namun bertemu lagi waktu tutor PIP, PHI 1, PHI 2, dan FMHI. Sempat juga kerjasama sama Febe juga waktu menjadi kepanitiaan inti di Interdependence 09. Febe merupakan salah satu perempuan unik yang pernah saya temukan. Memang tak ada dua. Pas maba, pernah mikir “ini orang pasti kutu buku sangat, serius, lurus dan susah diajak bercanda”. Ada benarnnya, ada juga tidak. Benarnnya adalah orangnya emang kutu buku, serius, relijius dan lurus. Salahnya adalah orangnnya ternyata bisa diajak bercanda. Tadi di atas saya sempat menyinggung dikit, kalau Febe orangnya visioner, waktu awal sampai pertengahan kuliah dia suka nanya “habis ini kamu mau kmn (langkah selanjutnya sesudah lulus) ros?” mungkin saking visioner-nya, keinginannya jadi banyak. Ingin ini, itu, yang pada akhirnya jadi gak fokus dan keketaran. Tapi dibalik itu semua orangnya menyenangkan, asik di ajak diskusi, nyambung ngobrol politik, pinter masak, pinter musik (jago piano), jago bahasa (konon katanya dia telah menguasai 6 bahasa asing), orang dengan IPK tertinggi di HI 2007, kalau sudah gila yah beneran ‘gila’ dan pasti bikin ketawa bikin orang ceria, dua kali febe ikut student exchange; SUSI RPA sama Ajou University. Tapi yang paling asik dari Febe itu adalah kita sama-sama punya visi yang sama; Indonesia lebih baik, salah satunya adalah menyebarkan perdamaian di bumi Indonesia. Senang itu mah pasti, jarang banget punya partner yang satu visi, perempuan lagi. Febe sendiri punya keinginan untuk berwirausaha, membuka tempat rumah makan, selain itu juga hati-nya seperti emas, selalu berkeinginan untuk melayani orang yang membutuhkan. Doaku untukmu, tetap semangat untuk setiap yang kamu lakukan, yakin dan tetap fokus. Sukses febe. 



Feby Anggiany 
Meo
Foto: Diambil dari propic FB Meo
Beda dengan Bima dan Febe yang ketemu waktu Ospek jurusan. Feby atau biasa disapa meok, pertama kali saya kenal ketika perkuliahan Pendidikan Agama Islam. Meok suka metal, bahkan skripsinya pun mengambil topik glokalisasi antara Metal dan Kasundaan. Kalau orang-orang biasanya takut dengan orang-orang beraliran metal, maka saya tidak karena saya dulu-nya juga pernah suka metal. Contoh grup band-nya yah Trivium, walaupun yang ingat cuman satu lagu saja. Itu juga lupa nama lagunya. Banyak orang yang selalu menanggap aliran metal itu identik dengan kekerasan, alkohol, dan free sex. Namun anggapan itu tidak selamanya benar, contohnya Meok. Walaupun metal, dia lembut hati, mencintai perdamaian, suka beribadah (sholat dan wirid), dan anti-free sex. Dari meo ini saya banyak belajar tentang perkembangan musik metal, bahkan pada suatu titik saya menemukan kesamaan antara politik dan metal ketika berdikusi dengan Meok. Meok sendiri punya keinginan menjadi pelukis atau desainer, gambar-gambar yang di sajikannya bagus dan sangar artistik. Saya yakin meo bakal mewujudkan hal tersebut. Doaku untukmu, tetap berani yang meo sebagaimana nelayan menghadang gelombang ombak di samudara yang bebas. 



Iffa Latifah Zulfa 
Iffa
Foto: Diambil dari propic FB Iffa
Iffa Latifah Zulfa. Iffa panggilannya. Awal-awal kuliah saya sempat segan dan seram sama Iffa. Tapi kesini-sini setelah mengenal orangnya lebih dekat anggapan itu menjadi hilang. Iffa ternyata orangnya mengasikan. Sering bekerjasama, ngobrol dan sharing memunculkan kecairan. Awalnya beku menjadi tak kaku. Sering bertemu dengan iffa tuh waktu latihan Ospek, Iffa di DK, sedangkan saya di Medic. Divisi kami sering latihan gabungan, yah minamal kalau tidak untuk mengakrabkan yah untuk latihan barikade. Selain aktif di DK, iffa juga aktif di Komdis FISIP. Prestasi-nya jangan ditanya, Iffa adalah salah satu atlet Pelatda Jabar cabang olahraga softball. Dibandingkan dengan teman-teman lainnya, saya baru dekat dengan iffa itu ketika bimbingan. Anaknya asik, menarik, gokil kayak bima dan gope, berpikir di luar kotak, gigih, mentalnya baja, serta bijak. Kadangkala menggalau bersama. Doaku untuk iffa, sukses yah fa utk kerjaan yang engkau pilih. 


Rikianarsyi Arrassyidinta Naramanik Wirantoputri 
Riki
Foto: Diambil dari propic FB Riki
Satu kata yang ingin saya katakan tentang Rikianarsyi Arrassyidinta Naramik Wirantoputri atau biasa di sapa Riki. Riki merupakan wanita sangat luar biasa. Saya berani bilang Riki adalah role model kaum feminis Indonesia. Independensi, kejujuran, kegigihan, perjuangan, idealisme, keyakinan serta daya tahan yang dia miliki membuat saya kagum terkagum-kagum. Saya lihat itu semua ketika bimbingan, Riki merupakan kaka pertama dari persaudaraan ST. Walaupun begitu, hati riki sangatlah lembut, sensitif dan kadang sebelum dipertemukan dengan sang Pangeran Kuda putih, riki sering menggalau, tapi sekarang sudah berubah, dia tidak lagi menggalau. Pertama kali mengenal riki adalah ketika kepanitaan porang dan makrab. Dia selalu tampil di depan publik, memimpin jalannya rapat. Yah, seingat saya dulu riki menduduki divisi acara. Pada awal perkuliahan saya memang tidak terlalu dekat sama riki, mungkin pada saat itu memang belum waktunya kita untuk berinteraksi lebih dekat. Namun semua itu berubah ketika kita sama-sama memasuki kepanitiaan interdependence. Saya pun akhirnya jd sering berinteraksi dengan riki, dia tetap seorang sosok yang kuat. Tapi dibalik itu semua, Riki seperti Bima. Bisa diajak becanda, hereuy, kadang melakukan sesuatu yang gila. Di sela rapat Interdependence kita sering melakukan kegilaan. Bahkan pada saat bimbingan bersama anak-anak ST kita juga sering bergila ria, seperti berfoto dengan muka-muka yang tak karuan dan tak biasa. Riki memiliki keinginan untuk menjadi dosen. Hal tersebut bisa kita lihat dari track record-nya yang sudah terlihat sangat jelas. Sebelum lulus Riki sudah mengajar di bimbel Ganesha yang terletak di cibiru, di kampus pun riki aktif menjadi tutor bagi adik-adik kelas yang membutuhkan bimbingan dan arahan dari kakak kelasnya yang sudah lebih dahulu mengalami manis pahit-nya masa perkuliahan. Selain itu, riki pun aktif juga dalam kegiatan-kegiatan penelitian yang diadakan oleh dosen-dosen HI dan sekarang Riki menjadi asdos mata kuliah ibu Nita. Oia, riki pun rajin nulis di blog-nya loh. ayo di cek. Doaku untuk riki sukses yah untuk profesi-nya, semoga murid-murid yang kau ajar dapat merubah Indonesia ini menjadi lebih baik lagi. Engkau adalah Pahlawan tanpa tanda jasa. 

Seny Soniati 
Seny
Foto: Diambil dari propic FB Seny
Sama seperti bima dan febe. Saya kenal seni waktu Ospek Fakultas, kita sekelompok. Pasti teman-teman sudah menduga bahwa Seni pun pasti kenal sama Bima dan Febe juga. Berteman dengan seni itu seperti anugrah, saya jadi ada teman diskusi tentang metodologi dan keilmuan yang ditinjau secara filsafati. Di HI sendiri jarang sekali orang-orang yang mendalami bidang tersebut, dan saya sangat respek jika ada yang berani mendalami aspek tadi. Salah satunya Seni. Berdiskusi dengan Seni menambah wawasan, terutama cara berpikir kita terhadap suatu masalah. Ada sesuatu yang lucu, ternyata setelah disidik-sidik secara genealogi. Saya dan seni masih sodara jauh. Ternyata dunia sempit yah. Mungkin kalau mau dirunut sih begini, saya punya ibu biasa dipanggil mamah, ibu saya punya ayah yang sebut dengan kakek, kakek saya punya sodara laki-laki yang biasa saya sebut kakek 2 juga, nah kakek 2 itu punya anak laki-laki, anak laki-laki ini menikah dengan dengan perempuan, dan menantu perempuan dari kakek 2 ini punya adik laki-laki yang setelah ditelusuri melalui penelusuran yang sangat panjang ternyata tante-nya seni. Panjang kn ? bingung kan ? santai saya juga sampai sekarang masih bingung kok. Tapi kalau menjelasakannya pake gambar itu pasti lebih enak. Terus bagaimana ceritanya seni tahu kalau saya adalah sodara jauhnya. Jadi begini, suatu ketika setelah pernikahannya tante-nya seni tadi datanglah keluarga besar lelaki kerumah seni. Berkumpulah semua anggota keluarga besar. Kalau keluarga besar sudah bertemu pasti saling bertanya kan ? kamu kuliah dmn? Nikah sama siapa ? kerja dmn ? dkk. Dan pada saat itu seni ditanyakan oleh keluarga besar silelaki ini “kamu kuliah dimana?”, “seni pun menjawab unpad”. Lalu keluarga besar itu pun kembali bertanya “kamu kenal sama arief gak anak-nya ibu eros?”, seni pun menjawab “arief yang ada ‘tanda’-nya disebelah telingan kanan kan ?”, “iya bener-bener yg itu”. Dari situlah saya tahu bahwa seni masih saudara sama saya. Pada saat saya ke tasik pun saya sempat ngobrol dengan kakak iparnya seni yang notabene masih punya ikatakan garis keturunan dengan saya. Dari Seni inilah saya sering diajak proyekan dan sering berdikusi tentang masa depan organisasi BEM dan HIMA HI di masa depan. Walaupun kecil, seni memiliki pandangan yang luas dan gagasan yang besar. Seni memiliki cita-cita untuk berwirausaha dan mendirikan sebuah lembaga konsultan yang bergerak dibidang pendidikan. Saya yakin Seni dapat mewujudkannya, saya lihat jalurnya pun sudah kuat. Doaku untuk seni, sukses yah Seni, semoga tindak-tandukmu menjadi berkah bagi sekitar. 

Sekian sedikit cerita yang saya bikin tentang anak-anak ST yang hampir dua tahun ini memberikan warna dan ceria bagi kehidupan saya. Terima Kasih. Selamat menempuh 'jalan' masing-masing yah kawan :)


Bandung 
29 Des 2012
Arief Rosadi

Dari kiri ke kanan; Bima, Riki, Meo, Ibu Nita, Seny, Iffa, Febe dan Aros
Foto: Febe Amelia Haryanto diambil pada Hari Batik Se-Dunia

Thursday, December 20, 2012

20.12.2012

“Alhamdulillah”, “Terima Kasih”, “nikmat mana lagi yang kamu dustakan” tiga kata itulah yang pertama kali saya ucapkan ketika Yudisium dinyatakan berakhir. Setelah berjuang hampir 2 tahun.

Sebelum Yudisium Sidang Sarjana Skripsi
 Tanggal 20 Desember 2012
JHI FISIP UNPAD - Jatinangor
Foto: Milik Ibu Junita Budirahman.
Pada akhirnya atau lebih tepatnya, hari ini saya berhasil menyelesaikan studi saya di JHI (Jurusan Hubungan Internasional UNPAD). Hurray. Horeeeee. Senang ? itu mah pasti. Tapi saya ingat wejangan dari salah satu dosen saya di HI UNPAD, beliau adalah bapak Sumpena Prawirasaputra, dosen pembina mata kuliah Politik Luar Negeri Republik Indonesia 1 & 2. Pada suatu hari, di mata kuliah-nya. Beliau pernah berpesan kepada kita mahasiswanya, “klo kalian sudah jadi sarjana, kalian harus mengucapkan tiga kata; ‘biasa’, ‘biasa’, dan ‘biasa. kenapa ? rata-rata banyak mahasiswa yang bangga setelah dinyatakan jadi sarjana, seakan dia telah berada disurga, tanpa disadari dia terlena euforia.”, “sebenarnnya kebanggan itu wajar, tapi tolong disikapi dengan bijak-lah. Kan pada dasarnya sarjana itu cmn gerbang untuk menuju kehidupan berikutnya”, “jangan gara2 baru dpt gelar sarjana, kalian jadi besar kepala”, “yah sikapi saja dengan sewajarnya”.

Okeh, mari diri ini ucapkan “biasa, biasa dan biasa”.

Yup, ucapan beliau memang benar. Gelar Sarjana yang baru saya peroleh ini merupakan pintu untuk berkompetisi di kehidupan berikutnya. Kalau kata Gun N’ Roses mah Welcome to The Jungle. Sudah ini saya akan memasuki dunia kerja, mendapatkan beasiswa, mengejar cita-cita, dan tentunya memuaskan passion untuk merintis karir di perpolitikan nasional. Tentu saya sudah punya rencana-rencana yang siap dieksekusi untuk mewujudkan visi-visi tersebut. Pada saat ini, saya bersama dengan salah satu teman satu bimbingan sedang merintis perusahaan konsultan yang bergerak di isu-isu pendidikan. Posisi saya dalam perusahaan sebagai Penasehat Kebijakan (Policy Advisor), penempatan saya di posisi tersebut dilatarbelakangi bahwa selain minat terhadap isu-isu politik, saya pun minat terhadap isu-isu kebijakan dan pelayanan publik. Positifnya, jika saya ditempatkan di posisi tersebut. Insya Allah saya bisa total, seperti moto hidup saya “totalitas tanpa batas”.

Balik lagi ke topik sarjana baru itu. Walaupun sudah hampir dua tahun menyusun skripsi. Saya masih merasa banyak kekurangan. Padahal saya sempat ngekost di nangor agar saya bisa mendalami teori, metodologi, dan subtansi dari skripsi saya. Tidak dipungkiri juga, kadangkala di kostan itu saya banyak mainnya daripada belajarnya. Hmm.. Namun, kadangkala harapan tidak selalu selaras dengan kenyataan. Kenyataannya saya agak kesulitan dalam menghadapi sidang skripsi. Hal itu terbukti waktu Ujian Sidang Skripsi, banyak pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh tim penguji, namun saya tidak terlalu mampu menjawabnya, masih terbata-bata, ada beberapa poin yang ‘hilang’. Khususnya waktu ujian kompre yang menyerempet metodologi. Tapi tak apa. Namanya juga belajar, pasti ada bagian yang kita mengerti dan ada juga bagian yang tidak kita mengerti. Tidak ada yang sia-sia, semua pasti ada manfaatnya. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. AMIN

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi mengantarkan saya meraih gelar Sarjana ini. Mamah, Papah dirumah. Ibu Junita Budirahman dan Ibu Viani Puspitasari selaku tim pembimbing. Bapak RMT Nurhasan Affandi selaku tim penguji (Usulan Penelitian dan Sidang Skripsi). Kang Soleh. Q-Control Management; Nuge, Geza, Caki, Nizar. Barudak Si Riweuh; Z, Ami, Hilda, Linda, Pradip, Aki, Fitria, Obi dan Aboy. Serta anak-anak The Soft Text (Genk satu bimbingan); (berdasarkan alfabet) Bima Prawira Utama, Febe Amelia Haryanto, Feby Anggiany, Iffa Latif Zulfa, Rikianarsyi Arrasyidinta Naramanik Wirantoputri dan Seny Soniaty yang selama ini telah dengan sabar medengarkan curhatan, memberikan masukan dan menyuntikan kekuatan moral bagi saya. Oia, saya juga pernah membuat puisi tentang kalian, penggalannya gini “sosok-mu adalah inspirasi, tutur kata-mu adalah energi, kerjakeras-mu adalah motivasi”. *ups kok jd curcol sih. Haha. 

Terima Kasih juga kepada semua pihak yang tak bisa saya sebutkan satu per-satu dalam tulisan ini, dorongan dan dukungan kalian sangat berarti bagi saya :)

Pada kesempatan berikutnya secara khusus saya akan bkn tulisan tentang nk2 The Soft Text juga Barudak Riweuh. Kenapa saya ingin menuliskan mereka dlm blog ini ? bagi saya, mereka adalah orang-orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan saya waktu kuliah. Nantikan yah. ;)

Maaf yah kalau tulisan ini rada acak kadut. hahaha 
Saya ingat, teman saya Thioretta Panjaitan blg ke saya sebelum sidang
"Sidang di tanggal cantik, semoga hasilnya juga cantik", dan hasil-nya pun juga cantik. Terima Kasih

Salam Peace Shalom.
Jatinangor, 20.12.2012